Showing posts with label Penyakit Lain. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Lain. Show all posts

TERNYATA PENYAKIT INI DAPAT MEMBUAT BERAT BADAN ANDA TURUN NAIK. YUK SIMAK APA SAJA ITU?

Sering sekali kita mengait-ngaitkan terjadinya fluktasi berat badan dan diet. Karena biasanya, fluktasi berat badan memang hanya dialami oleh mereka yang menjalankan program diet. Namun tahukah kamu, ternyata ada beberapa jenis penyakit tertentu yang mampu membuat berat badan naik turun hanya dalam sekejap tanpa kamu bisa mengendalikannya.

Penyakit ini sudah menyerang sebagian besar orang diseluruh dunia dan menjadi wabah mengerikan, Mau tau apa saja penyakit itu? simak selengkapanya berikut ini :

1. PCOS

- Polycystic Ovarian syndrome atau yang lebih akrap dipanggil PCOS merupakan gangguan hormonal yang mempengaruhi kesehatan indung telur. Penyakit ini membuat menstruasi tidak teratur dan membuat berat badan naik secara drastis.


2. Diabetes

- Diaberes menjadi salah satu penyakit yang memiliki jumlah penderita paling besar diseluruh dunia. Penyakit ini merupakan gangguan metabolisme akibat naiknya kadar gula dalam darah. Diabetes akan membuat berat badan penderitanya mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena hormon insulin tubuh.

3. LUPUS

- Lupus adalah salah satu penyakit autoimun yang akanmembuat berat badan penderitanya mengalami penurunan secara drastis. Karena lupus bisa mempengaruhi kekebalan tubuh dan menjadikan nafsu makan yang berkurang. Jadi tidak heran hanya dalam sekejap saja penderita lupus mempunyai berat badan yang tidak stabil.

4. Addison

- Penyakit autoimun lain yang bisa menjadikan nafsu makan berkurang adalah Addison. Seseorang yang menderita penyakit ini mengalami penurunan berat badan yang tidak bisa dikendalikan. Jadi, Penyakit Addison sangatlah diwaspadai oleh banyak orang.


5. Hipertiroidisme


- Hipertiroidisme merupakan penyakit hormonal yang diakibatkan oleh jumlah produksi hormon tiroid berada dibawah normal. Kondisi ini membuat berat badan semakin menurun dalam waktu sekejap.

6. Arthiris

-Arthiris adalah penyakit sendi yang bisa menyerang semua kalangan, mulai dari anak muda sampai orang tua. Penyakit ini seringa kali menyebabkan kekakuan dan peradangan pada sendi atau otot. Selain itu, Arthtitis juga membuat berat badan penderita mengalami penurunan yang cukup drastis. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi hormon.

7. Psosiasis

- Psosiasis merupakan kondisi kulit kronis yang akan membuat sel-sel kulit menjadi mengalami peradangan. Penyakit ini dapat memicu kenaikan berat badan karena metabolisme didalam tubuh mengalami penurunan.

ANDA SERING MEMAKAI JEANS?? WASPADA PADA PENYAKIT INI


Jeans ketat telah menjadi salah satu trend fashion yang disukai oleh banyak orang. Bagi kaum hawa sendiri, penggunaan jeans ketat bisa membuat kaki mereka terlihat lebih jenjang dan ramping sehingga tentu akan mendukung penampilan. Sayangnya, pakar kesehatan menyebutkan bahwa kebiasaan memakai jeans ketat ternyata bisa memberikan dampak buruk berupa munculnya masalah kesehatan infeksi saluran kencing. Bagaimana hal ini bisa terjadi?



Sebagai informasi, infeksi saluran kencing kerap menyerang kaum hawa saat mulai memasuki masa perimenopause atau di usia sekitar pertengahan 30 tahunan hingga awal 40 tahunan, serta pada masa menopause atau sekitar setelah usia 50 tahunan. Pada kondisi ini, kadar hormon estrogen wanita pada organ vitalnya menurun drastis sehingga membuat uretra, tabung penyalur urine utama akan cenderung lebih rentan pada berbagai infeksi.

Pakar kesehatan Priti Vyas menyebutkan bahwa selain disebabkan oleh faktor usia, resiko untuk terkena infeksi saluran kencing juga cenderung meningkat gara-gara penggunakan pakaian yang tidak tepat. Sebagai contoh, jeans ketat yang banyak disukai oleh kaum hawa ternyata bisa menjadi tempat yang ideal bagi bakteri penyebab infeksi saluran kemih berkembang biak. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan celana jeans yang dipakai berulang kali dan tidak dicuci hingga berhari-hari. Selain itu, jeans ketat ini juga kerap dicuci dengan tidak benar atau pada ruangan yang kurang bersih sehingga bisa menjadi sarang bakteri penyebab infeksi.

Salah satu waktu yang paling beresiko untuk terkena infeksi saluran kencing karena memakai jeans ketat adalah saat fase menstruasi. Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kaum hawa tidak lagi menggunakan jeans ketat dan jeans dari bahan nilon demi mencegah datangnya penyakit ini. Selain itu, kaum hawa juga sebaiknya tidak sering-sering menahan keinginan untuk buang air kecil.

TOLONG BANTU SHARE!! JADI BEGINILAH NASIB ANAK JIKA MENGALAMI GEJALA PENYAKIT VIRUS RUBELLA

Jika kita melihat anak mengalami ruam-ruam pada kulitnya dan juga demam, kita tentu akan berpikir jika mereka sedang terkena penyakit campak. Namun, pakar kesehatan menyarankan kita untuk waspada karena bisa jadi gejala yang dialami oleh anak ini ternyata adalah infeksi dari virus rubella atau yang juga dikenal sebagai campak Jerman. Sebenarnya, apa sih perbedaan dari campak biasa dengan rubella ini?


Pakar kesehatan menyebutkan bahwa rubella dan campak memang berbeda. Sebagai informasi, campak atau measles adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang bisa menyebar melalui batuk dan bersin-bersin. Sementara itu, untuk rubella, penyakit yang disebabkan oleh virus rubella ini sangat mudah menular hanya dengan sentuhan pada mata, mulut, hidung, atau bagian kulit yang sempat terkena lendir atau cairan oleh orang-orang yang sudah terinfeksi. Bahkan, jika kita berbagi makanan atau minuman pada mereka yang sudah terinfeksi virus rubella, kita juga akan beresiko terpapar virus ini.

Gejala anak yang sudah terinfeksi virus rubella adalah demam yang ringan, sakit kepala, rasa nyeri pada tenggorokan, pilek, sesak nafas, mata kemerahan, dan ruam-ruam kemerahan pada wajah, lengan, dan kaki. Ruam-ruam ini cenderung menyebar dengan sangat cepat. Biasanya, gejala ini muncul setelah 2 atau 3 pekan setelah terpapar virus. Gejalanya juga bisa terjadi selama 2 hingga 3 hari.

Tak hanya pada anak-anak, infeksi rubella juga bisa menyerang ibu hamil dan menularkannya pada janinnya. Yang menjadi masalah adalah, rubella bisa menyebabkan keguguran atau bayi yang terlahir dengan kelainan. Komplikasi dari penyakit rubella sendiri bisa menyebabkan nyeri sendi. Sementara itu, komplikasi rubella pada bayi bisa menyebabkan kelainan jantung, indera mata, indera pendengaran, gangguan hati dan limpa, serta gangguan kognitif.

Melihat betapa berbahayanya dampak infeksi dari virus rubella ini, ada baiknya memang kita segera memberikan vaksinasi Measles Rubella pada anak agar tidak mudah terpapar virus ini.


Apa itu Virus Zika ? Ciri Ciri Gejala Virus Zika

Gejala Virus Zika - Virus zika ditularkan oleh nyamuk Aedes aigypti yang selama ini kita kenal juga sebagai penyebar penyakit demam berdarah yang kasusnya masih banyak kita jumpai di indonesia. virus zika sendiri saat ini banyak ditemukan kasusnya di benua amerika, tepatnya di negara Brasil, Bolivia, Kolombia, hingga Venezuela. meski belum ada kabar pasti virus ini sudah memasuki indonesia. alangkah baiknya kita mengambil tindakan pencegahan, seperti mengenali gejal virus zika ini.

Virus zika ini pertama kali diisolasi tahun 1948 dari monyet di Hutan Zika, Uganda. meski gejala yang ditimbulkan akibat virus zika ini mirip dengansaat terserang demam berdarah, pada dasarnya ada perbedaa yang mencolok ketika sesorang menunjukan gejala terkena infeksi virus zika ini. salah satunya adalah mata yang memerah serta tidak menyebabkan penurunan trombosit. untuk lebih jelasnya, silahkan baca ciri, tanda dan gejala virus zika yang selengkapnya di bawah ini :

Ciri-Ciri Gejala Virus Zika:
  1. Demam
  2. Mata merah
  3. Kulit berbintik merah
  4. Sakit kepala
  5. Nyeri sendi
  6. Nyeri otot
  7. Lemas
  8. Kelemahan dan terjadi peradangan konjungtivia
 
Negara Positif Virus Zika 
  1. Brasil
  2. Barbados
  3. Kolombia
  4. Ekuador
  5. El Salvador
  6. French Guiana
  7. Guatemala
  8. Guyana
  9. Haiti
  10. Honduras
  11. Martinique
  12. Meksiko
  13. Panama
  14. Paraguay
  15. Puerto Rico
  16. Saint Martin
  17. Suriname
  18. Venezuela

Dari laporan berbagai negara yang sudah terjangkit, virus zika ini bisa menyebabkan ibu-ibu hamil nantinya akan melahirkan anak dengan kepala yang kecil (mikrosefali) seta memiliki kelainan kepala sehingga perkembangan otaknya menjadi terganggu. maka dari itu, amerika serikat pada tanggal 16 januari 2016 yang lalu mengeluarkan peringatan untuk semua warganya terutama ibu-ibu hamil agar jangan berkunjung/liburan di negara-negara yang sudah positif terserang virus zika ini.

Sampai artikel ini ditulis, belum ada tanda virus zika ini masuk menyerang di indonesia. namun begitu kita harus tetap waspada, karena pembawa virus ini adalah nyamuk Aedes aigypti yang keberadaannya banyak ditemukan di indonesia. untuk pengobatannya, sampai saat ini belum ada vaksinnya. pengobatan hanya bersifat suportif seperti istirahat yang cukup, banyak minum, jika demam minum obat penurun panas dan makan makanan bergizi.

Jika teman, saudara maupun keluarga anda mengalami beberapa gejala seperti yang sudah tertulis di atas, alangkah baiknya segera periksa ke dokter , terutama jika orang terdekat anda sedang dalam kondisi hamil untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Sekian yang bisa admin sampaikan pada kesempatan kali ini seputar virus zika ini. semoga dengan mengetahui ciri, tanda maupun gejala virus zika ini kita bisa lebih waspada.


Gejala Demam Berdarah dan Pertolongan Pertama

Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus berkelamin betina. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari.

Virus dengue terdiri dari empat jenis (strain), yakni dengue tipe 1, 2, 3 dan 4. Namun tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3. Virus dengue menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah sehingga mengakibatkan perdarahan, dapat menimbulkan kematian.

Biasanya, penyakit demam berdarah mewabah ketika pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

Gejala penyakit DBD sampai sekarang memang tidak terduga. Namun secara umum, penyakit ini memiliki ciri seperti panas tinggi, pusing, bahkan muntah darah. Namun sayangnya, gejala yang sama sering ditemukan pada penyakit lain. Akibatnya, sampai sekarang sering terjadi salah diagnosis. Oleh sebab itu, Anda harus lebih waspada dan mengenali gejala lainnya.

Gejala Demam Berdarah Dengue

1. Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38ºC -40ºC atau lebih.

2. Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.

3. Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).

4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah

5. Tes Torniquet positif

6. Adanya perdarahan yang petekia, akimosis atau purpura

7. Kadang-kadang nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lumbung

8. Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin Berkeringat Perdarahan selaput lendir mukosa, alat cerna gastrointestinal, tempat suntikan atau ditempat lainnya

9. Hematemesis atau melena

10. Trombositopenia ( =100.000 per mm3)

11. Pembesaran plasma yang erathubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah, yang ditandai dengan munculnya satu atau lebih dari:

  •  Kenaikan nilai 20% hematokrit atau lebih tergantung umur dan jenis kelamin
  •  Menurunnya nilai hematokrit dari nilai dasar 20 % atau lebih sesudah pengobatan
  •  Tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo -proteinaemia


Pertolongan Pertama Penderita Demam Berdarah

Dr Rita menjelaskan dalam menangani kasus demam berdarah hanya perlu bermain dengan cairan, saat terjadi kebocoran harus banyak minum, tapi saat kebocorannya sudah selesai maka dalam waktu 2×24 jam asupan cairan harus dikurangi.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama terhadap penderita demam berdarah yaitu:

  • Memberikan minum sebanyak mungkin.
  • Kompres agar panasnya turun.
  • Memberikan obat penurun panas.
  • Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas.
  •  Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondiai bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.


Cara Penularan Demam Berdarah

Penyakit Demam Berdarah ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus Dengue.

Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti:


  • Berwarna hitam dan belang- belang ( loreng) putih pada seluruh tubuh
  • Berkembangbiak di tempat penampungan air ( TPA) dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang seperti: Bak mandi, tempayan, drum, vas bunga, ban bekas, dll.
  • Nyamuk aedes Aegypti tidak dapat berkembang biak di selokan /got atau kolam yang airnya langsung berhubungan dengan tanah
  • Biasanya menggigit manusia pada pagi atau sore hari
  • Mampu terbang sampai 100 meter

Bila masyarakat menjumpai anggota keluarga atau tetangga di lingkungan dengan gejala yang menunjukkan adanya DBD, segera dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan trombosit.


Cara Pencegahan, Pengobatan dan Penanganan


Cara pencegahan dilakukan dengan :


1. Pemberantasan
Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara; Menguras, menutup, mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.

2. Fogging atau pengasapan
Foging dilaksanakan pada kasus-kasus dengan PE positif, 2 penderita positif atau lebih, ditemukan 3 penderita demam dalam radius 100 m dari tempat tinggal penderita DBD Positif atau ada 1 penderita DBD meninggal

3. Abatisasi
Yaitu dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampungan air.

4. Sistem kewaspadaan dini

Laporan penderita penyakit dari rumah sakit dikirim ke Puskesmas di wilayah penderita untuk dilakukan penyelidikan epidemiologi.

Pengobatan terhadap penyakit ini terutama ditujukan untuk mengatasi perdarahan, mencegah/mengatasi keadaan syok/presyok dengan mengusahakan agar penderita banyak minum, bila perlu dilakukan pemberian cairan melalui infus. Demam diusahakan diturunkan dengan kompres dingin atau antipiretika.

Cara penanganan pasien DBD antara lain:

  • Monitor suhu tubuh penderita setiap hari
  • Bawa penderita kembali ke dokter bila demam berlangsung 3 hari
  • Istirahat dan asupan cairan yang cukup merupakan dua hal yang sangat penting pada pasien infeksi virus dengue.
  • Bila penderita makin lemas, muntah, sulit makan atau minum, perlu dilakukan pemberian cairan infus oleh dokter.
  • Bila hasil laboratorium menunjukkan ada tanda-tanda penurunan trombosit atau peningkatan hematokrit, penderita harus dirawat di rumah sakit.
  • Pasien diawasi jangan sampai terjadi syok yang ditandai dengan rasa lemas, mengantuk, dan pingsan, sementara kaki terasa dingin sekali.
Sekarang ini merupakan masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dimana nyamuk demam berdarah sedang berkembang biak. Karena itu, semoga pemahaman mengenai gejala demam berdarah ini bermanfaat untuk mencegah wabah penyakit yang satu ini.